Perusahaan perlu mengetahui apa saja penyebab kebocoran data yang menjamin keberlangsungan bisnis di era digital. Terlebih saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius dalam keamanan data. Menurut laporan CSIRT Indonesia, Indonesia masuk dalam 10 besar tingkat kebocoran data tertinggi di dunia, dengan lebih dari 94 juta data penduduk dilaporkan bocor dalam empat tahun terakhir.
Fenomena ini bukan hanya mengancam privasi individu, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial yang signifikan untuk perusahaan. Kesalahan konfigurasi dan human error menjadi dua penyebab utama terjadinya kebocoran data.
Studi Gartner mengungkapkan bahwa 95 persen pelanggaran keamanan terjadi karena kesalahan konfigurasi yang dapat membuka celah bagi peretas mengakses data sensitif. Artikel ini akan membahas lebih rinci faktor-faktor penyebab kebocoran data dan solusi Web Application Firewall (WAF) Imperva yang dapat membantu perusahaan memperkuat pertahanan siber mereka.
Kenali 6 Penyebab Utama Kebocoran Data yang Harus Diwaspadai

Kebocoran data merupakan ancaman serius yang dapat memberikan dampak langsung pada reputasi, finansial, dan operasional bisnis. Dihimpun dari berbagai sumber, ada enam faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya kebocoran data.
1. Kesalahan Konfigurasi Sistem
Kesalahan konfigurasi pada firewall, cloud, hingga server dapat membuat sistem terbuka untuk serangan eksternal. Bahkan tidak sedikit pelanggaran keamanan berasal dari konfigurasi firewall yang tidak tepat.
2. Pencurian Kredensial
Penggunaan password yang lemah atau hasil serangan phishing sangat rentan diretas dan dijadikan akses masuk oleh pelaku kejahatan siber.
3. Eksploitasi Celah Aplikasi Web
Aplikasi web yang tidak terlindungi dengan andal kerap membuka celah seperti SQL injection atau cross-site scripting (XSS) yang menjadi akses masuk pencurian data.
4. Kurang Pemantauan dan Deteksi
Tidak adanya sistem yang memantau traffic aplikasi web secara real-time dapat menyulitkan proses identifikasi serangan sejak awal.
5. Akses Tidak Sah oleh Pihak Internal
Ancaman internal (internal threats) yang disengaja maupun tidak, khususnya dari perusahaan besar dapat menjadi sumber utama terjadinya kebocoran data.
6. Peningkatan Kasus Serangan Siber
Menurut CSIRT, Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara dengan insiden kebocoran data tertinggi di dunia. Hal ini menyoroti pentingnya peningkatan proteksi sistem aplikasi web.
Solusi Web Application Firewall dari Imperva untuk Mencegah Kebocoran Data
Imperva Web Application Firewall (WAF) merupakan solusi pertahanan modern yang dirancang untuk melindungi aplikasi web dari berbagai ancaman, termasuk penyebab utama terjadinya kebocoran data. Lantas, bagaimana Imperva WAF dapat menjadi perisai utama dari kebocoran data?
Memberikan Perlindungan Real-time dari Serangan Aplikasi Web
Imperva WAF secara aktif memblokir serangan SQL injection, XSS, dan command injection sebelum mencapai server. Teknologi ini dapat melindungi titik masuk utama bagi pelaku pencurian data.
Bot Mitigation dan Traffic Filtering Cerdas
Imperva dapat membedakan antara traffic manusia dan bot jahat, hingga memblokir bot scraping dan reconnaissanceyang kerap digunakan dalam tahap awal serangan.
Advanced Threat Intelligence & Machine Learning
Machine Learning dan data intelijen ancaman global Imperva dapat mengenali pola serangan baru dan menyesuaikan perlindungan secara otomatis.
Proteksi Terhadap Miskonfigurasi dan Vulnerability
WAF Imperva mampu mendeteksi dan menanggulangi risiko kesalahan konfigurasi yang kerap menjadi celah serangan.
Visibilitas dan Compliance
Dashboard komprehensif dapat membantu proses pemantauan, pelaporan, dan audit untuk memudahkan organisasi memenuhi regulasi ISO 27001, GDPR, dan UU PDP.
Pengakuan Industri
Imperva diakui sebagai Leader dalam Forrester Wave untuk solusi WAF. Kemampuan ini menunjukkan keunggulan Imperva dalam performa, skalabilitas, dan adaptabilitas di berbagai industri.
Baca Juga: WAF Alibaba Cloud Jadi Rahasia Industri FSI Tetap Aman di Era Digital
Mengapa Imperva WAF?

Imperva WAF menawarkan solusi komprehensif terhadap serangan yang memicu kebocoran data. Berikut enam alasan utama yang menjadikan Imperva WAF sebagai solusi tepat.
1. Efektif Memblokir Ancaman Berbahaya
Solusi yang dirancang untuk mengeliminasi ancaman OWASP Top 10, seperti SQL injection dan XXS yang kerap menjadi penyebab umum kebocoran data. Dengan tingkat akurasi tinggi dan hampir tanpa false positive, WAF memungkinkan perusahaan memblokir ancaman sejak hari pertama.
2. Didukung Threat Research Team Global
Segala aturan keamanan Imperva telah melalui proses pengujian aktif oleh Imperva Threat Research Team, yang secara proaktif mengadaptasi pertahanan terhadap ancaman serangan terbaru. Hal ini untuk memastikan sistem Anda selalu selangkah lebih maju dari pelaku serangan siber.
3. Lindungi Aplikasi di Mana Saja
Imperva WAF memiliki opsi penerapan fleksibel untuk public cloud, private cloud, hybrid cloud, hingga on-premises. Dengan kata lain, solusi perlindungan Anda dapat diimplementasikan di arsitektur IT Anda tanpa batasan apa pun.
4. Enterprise SSL Management Terintegrasi
Banyak kasus kebocoran data terjadi karena adanya kegagalan manajemen SSL certification. Solusi Imperva Enterprise SSL Management memungkinkan perusahaan untuk mengelola sertifikat berskala besar, mencegah downtime karena expired SSL, hingga meningkatkan keamanan dengan biaya operasional yang lebih rendah.
5. Tingkatkan Efisiensi Tim Keamanan
Kemampuan automated deployment, konfigurasi, dan insiden keamanan yang dikemas dengan konteks, Imperva WAF dapat melindungi data hingga memperkuat kerja tim security analyst untuk mendeteksi dan cepat merespons insiden.
6. Memenuhi Regulasi Perlindungan Data
Imperva memiliki kemampuan pemblokiran aktif, pelaporan mendetail, dan pengelolaan trafik terenkripsi yang dapat membantu perusahaan memenuhi kepatuhan terhadap UU PDP, ISO 27001/27701, dan standar lainnya.
Baca Juga: Firewall dan WAF: Apakah Keduanya Diperlukan untuk Keamanan Aplikasi Web?
Dapatkan Solusi Imperva WAF di BPT
Blue Power Technology (BPT) sebagai bagian dari CTI Group menghadirkan solusi Imperva WAF untuk memastikan perusahaan Anda tidak mengalami kebocoran data bisnis. Didukung teknisi IT berpengalaman dan bersertifikat untuk memastikan bisnis Anda tidak mengalami kebocoran data, sekaligus mengatasi tantangan bisnis dan mempercepat inovasi.
Dukungan tim profesional dan bersertifikat memastikan layanan komprehensif sebelum, selama, dan setelah proses implementasi yang sesuai standar global dan best practice industri. Klik link berikut ini untuk memulai tahap konsultasi agar tim kami dapat membantu Anda dalam mencegah kebocoran data.
Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group





