WhatsApp

Click To Chat

Virtual Try-On Technology: Cara Baru Tingkatkan Pengalaman Belanja Fashion Online 

Home > News & Blog

virtual try on HiAgent BytePlus BPT

Banyak toko online sudah berhasil mendatangkan traffic melalui iklan, promo menarik, katalog lengkap tetapi masalah klasik tetap muncul: calon pembeli berhenti tepat sebelum pembayaran.

Fenomena ini sangat umum di e-commerce. Bukan karena produk tidak menarik, melainkan karena pengalaman belanja yang belum sepenuhnya meyakinkan. Sedikit rasa ragu saja, entah soal produk, ukuran, atau hasil akhirnya, sudah cukup membuat pembeli menutup halaman dan meninggalkan keranjang belanja.

Di kategori fashion, tantangannya bahkan lebih besar. Berbelanja pakaian dan alas kaki secara online berarti mengambil keputusan tanpa sentuhan fisik. Pembeli tidak bisa mencoba langsung, tidak tahu pasti apakah ukurannya pas, dan hanya bisa membayangkan bagaimana tampilannya saat dipakai. Ketidakpastian inilah yang sering menjadi penghalang terakhir sebelum checkout.

Seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap pengalaman belanja digital, brand dan pelaku e-commerce pun dituntut untuk menghadirkan solusi yang lebih interaktif dan meyakinkan. Dari sinilah berbagai inovasi teknologi muncul untuk menjembatani jarak antara pengalaman belanja online dan offline, salah satunya adalah virtual try-on technology.

Teknologi ini mulai mengubah cara konsumen berinteraksi dengan produk fashion secara online, dari sekadar melihat gambar menjadi pengalaman yang jauh lebih personal dan realistis.


Apa itu Teknologi Virtual Try On?

Virtual try-on adalah teknologi yang memungkinkan calon pembeli melihat bagaimana suatu produk akan terlihat saat digunakan, tanpa harus mencobanya secara fisik. Melalui simulasi digital, pengguna dapat memvisualisasikan pakaian, sepatu, atau aksesoris langsung pada diri mereka sendiri, hanya dengan perangkat yang mereka gunakan.

Berbeda dengan foto produk statis, virtual try-on menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif. Pembeli tidak lagi hanya membayangkan, tetapi bisa “melihat” gambaran hasil akhirnya. Apakah modelnya cocok? Bagaimana proporsinya? Apakah tampilannya sesuai dengan ekspektasi?

Teknologi ini banyak diimplementasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari fitur berbasis kamera, augmented reality, hingga sistem berbasis AI yang menyesuaikan tampilan produk dengan karakteristik pengguna. Apa pun pendekatannya, tujuan utamanya adalah membantu pembeli merasa lebih yakin sebelum mengambil keputusan.


Mengapa Virtual Try On Sangat Relevan untuk Industri Fashion?

Dalam belanja fashion online, tantangan terbesar bukan hanya menarik pengunjung, tetapi mendorong mereka menyelesaikan transaksi. Ketika konsumen tidak yakin dengan ukuran, potongan, atau tampilan produk saat digunakan, rasa ragu mudah muncul dan berujung pada cart abandonment. Semakin minim informasi visual yang relevan, semakin tinggi risiko pembeli menunda atau membatalkan pembelian.

Virtual try-on menjawab tantangan ini dengan memberikan konteks visual yang lebih jelas sebelum checkout. Konsumen dapat melihat bagaimana produk terlihat secara lebih personal, sehingga ekspektasi menjadi lebih realistis. Kejelasan ini membangun kepercayaan, mempercepat pengambilan keputusan, dan membuat pembeli lebih yakin untuk melanjutkan transaksi. Dampaknya, conversion rate meningkat, cart abandonment menurun, dan pengalaman belanja terasa lebih meyakinkan tanpa harus mengorbankan kecepatan maupun kenyamanan.


Tantangan Implementasi Virtual Try-On dalam Skala Nyata

Meski menawarkan pengalaman belanja yang lebih interaktif, penerapan virtual try-on dalam skala besar bukan tanpa tantangan. Ada beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan agar teknologi ini benar-benar memberikan dampak bisnis.

Akurasi Visual dan Representasi Produk

Virtual try-on harus mampu menampilkan produk secara realistis, mulai dari warna, tekstur, hingga proporsi. Ketika visual tidak akurat, kepercayaan konsumen justru bisa menurun dan berujung pada ketidakpuasan setelah pembelian.

Personalisasi untuk Beragam Pengguna

Setiap konsumen memiliki bentuk tubuh, gaya, dan preferensi yang berbeda. Tantangan utamanya adalah menghadirkan pengalaman try-on yang terasa personal, bukan sekadar visual generik yang sama untuk semua pengguna.

Skalabilitas di Berbagai Perangkat

Virtual try-on harus dapat berjalan mulus di berbagai perangkat dan koneksi, tanpa mengorbankan performa. Pengalaman yang lambat atau tidak responsif berisiko meningkatkan bounce rate dan cart abandonment.

Integrasi dengan Sistem E-Commerce

Teknologi virtual try-on perlu terhubung secara seamless dengan katalog produk, data ukuran, dan sistem e-commerceyang sudah ada. Integrasi yang rumit dapat memperlambat implementasi dan meningkatkan biaya operasional.

Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Pengguna

Virtual try-on menghasilkan data interaksi yang sangat bernilai. Tantangannya adalah bagaimana mengelola dan mengolah data tersebut menjadi insight yang relevan, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan privasi.


Peran BytePlus dalam Ekosistem Virtual Try-On

Agar virtual try-on benar-benar memberi dampak bagi bisnis, teknologi di baliknya harus bekerja sebagai satu ekosistem utuh. Pengalaman visual yang menarik saja tidak cukup jika tidak didukung oleh kecerdasan sistem, performa yang stabil, serta kemampuan membaca perilaku pengguna secara real-time.

BytePlus hadir sebagai enabler dalam ekosistem virtual try-on dengan menggabungkan AI, data intelligence, dan teknologi visual dalam satu alur pengalaman yang terintegrasi. Setiap komponen tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi untuk memastikan pengalaman try-on terasa natural bagi pengguna sekaligus bernilai bagi bisnis.

HiAgent: Otak di Balik Pengalaman Virtual Try-On

Fondasi dari ekosistem ini adalah HiAgent. Sebagai “otak” dari pengalaman virtual try-on, HiAgent berperan mengorkestrasi interaksi antara pengguna, visual produk, dan sistem di belakang layar.

HiAgent memahami bagaimana shopper berinteraksi, produk apa yang dicoba, berapa lama mereka mengeksplorasi, hingga preferensi ukuran dan gaya. Dari sini, sistem dapat memberikan respons yang lebih kontekstual, seperti rekomendasi produk yang relevan, saran ukuran yang lebih akurat, hingga alur interaksi yang terasa personal.

Dengan HiAgent, virtual try-on tidak lagi menjadi fitur pasif, melainkan pengalaman cerdas yang menyesuaikan diri dengan perilaku setiap pengguna.

Baca Lebih Lanjut: Bisakah AI Bekerja Sendiri? Inilah HIAgent dari Byteplus, Platform Cerdas untuk Bisnis Modern


SeeDream: Mewujudkan Visual Produk yang Akurat dan Konsisten

Setelah HiAgent memahami konteks dan kebutuhan pengguna, pengalaman virtual try-on membutuhkan visualisasi produk yang mampu merepresentasikan detail secara akurat. 

SeeDream memungkinkan brand menghadirkan visual produk berkualitas tinggi yang konsisten di berbagai perangkat dan skenario penggunaan. Teknologi ini memastikan tampilan pakaian, aksesoris, atau item fashion lainnya tetap realistis tanpa mengorbankan performa sistem, bahkan ketika digunakan dalam katalog berskala besar.

Dengan visual yang lebih mendekati kondisi nyata, shopper dapat membangun persepsi yang lebih jelas terhadap produk yang mereka coba secara virtual.


SeeDance: Menghadirkan Pengalaman Try-On yang Lebih Hidup

Pengalaman virtual try-on akan semakin kuat ketika visual tidak hanya statis, tetapi juga mampu merepresentasikan pergerakan dan dinamika produk. SeeDance melengkapi peran SeeDream dengan menghadirkan visualisasi yang lebih hidup dan interaktif.

Melalui SeeDance, shopper dapat melihat bagaimana pakaian mengikuti gerakan, menyesuaikan pose, atau terlihat dari berbagai sudut pandang. Hal ini membantu pengguna membayangkan pengalaman penggunaan secara lebih realistis, bukan sekadar melihat tampilan produk di satu frame.

Kombinasi SeeDream dan SeeDance, yang diarahkan oleh kecerdasan HiAgent, menjadikan virtual try-on sebagai pengalaman yang imersif, informatif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.


Rasakan Experience Virtual Try-On dengan BytePlus di BPT

Virtual try-on telah menjadi bagian penting dari pengalaman belanja digital yang lebih personal, interaktif, dan meyakinkan. Dengan dukungan teknologi AI, visual intelligence, dan data-driven insight dari BytePlusbrand fashiondapat menghadirkan pengalaman try-on yang lebih relevan bagi setiap pelanggan.

Blue Power Technology (BPT)subsidiary dari CTI Group dan mitra resmi BytePlus, siap membantu Anda mengimplementasikan solusi virtual try-on end-to-end mulai dari perencanaan, integrasi teknologi, hingga optimalisasi performa sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Ingin menghadirkan pengalaman virtual try-on yang benar-benar berdampak bagi konversi dan engagement pelanggan? Hubungi tim BPT dan mulai transformasi pengalaman belanja digital pelanggan Anda hari ini.

Penulis: Wilsa Azmalia Putri – Content Writer CTI Group

Share on:

telephon

PHONE:
+62 822-9992-2278

Whatsapp

BPT CARE HUB:
+6221 806 22278

Start a Conversation