News
Lates Post

10 Tantangan Teknologi di Industri Manufaktur, Apa Saja?

in

Industri manufaktur terus berkembang bersama teknologi seiring berjalannya waktu. Bahkan, menurut informasi yang dikutip dari situs resmi Kementerian Perindustrian Indonesia, industri manufaktur berperan vital dalam mendongkrak nilai investasi dan ekspor serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Karenanya, tak heran jika pemerintah terus berupaya melakukan revitalisasi industri manufaktur lewat pelaksanaan roadmap Making Indonesia 4.0, di mana revolusi industri 4.0 akan melibatkan industri manufaktur dengan keberadaan teknologi. Namun demikian, ada sejumlah kendala yang dihadapi manufaktur dalam mengadopsi teknologi pada saat ini. Untuk lengkapnya, artikel kali ini akan membahas lebih mendalam terkait apa itu industri manufaktur serta tantangan yang dihadapi kebanyakan perusahaan manufaktur pada era industri 4.0.

Pengertian Manufaktur

Manufaktur adalah sebuah proses produksi barang, mulai dari elektronik, kendaraan, pakaian, furnitur, dan masih banyak lagi. Manufaktur juga memproduksi barang setengah jadi yang berperan sebagai bahan baku untuk menciptakan produk, seperti kain, benang, sparepart kendaraan, dan beberapa lainnya. Adapun proses manufaktur dilakukan secara masif ke perusahaan terkait.

Contoh Perusahaan Manufaktur

Industri manufaktur adalah industri dengan berbagai jenis produksi barang yang sangat luas. Ada berbagai jenis manufaktur produsen barang-barang di sektor besar. Adapun jenisnya meliputi bidang komunikasi, transportasi, otomotif, produk elektronik, tekstil, minyak, kimia, plastik, kayu, kulit, besi, makanan, dan lain sebagainya.

Tren Teknologi Industri Manufaktur

Dilansir Industryweek, kaitan teknologi dengan industri manufaktur semakin erat, khususnya di era industri 4.0 seperti sekarang. Dengan banyaknya jenis teknologi yang hadir selama beberapa tahun terakhir, kini banyak perusahaan manufaktur mulai memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan proses operasional mereka, menghemat biaya IT, menjaga peforma produksi, bahkan menciptakan model bisnis dan revenue stream baru.

Adapun tren teknologi yang kini tengah diadopsi industri manufaktur adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk mengkomunikasian antar mesin komponen manufaktur, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk otomatisasi yang dapat memperlancar produktivitas, serta optimasi jaringan 5G untuk mendukung konektivitas IoT.

Baca Juga: Extreme Networks Sambut Era 5G dengan Cloud Native 9920

10 Tantangan Teknologi di Industri Manufaktur

Seperti yang sudah dijelaskan, tentu tidak mudah bagi manufaktur dalam mengadopsi tren teknologi yang disebutkan di atas. Laporan dari Extreme mengungkap, ada sepuluh tantangan yang kini tengah dihadapi manufaktur dalam memanfaatkan teknologi. Apa saja?

Kesenjangan Skill

Teknologi baru justru hadir dengan syarat di mana harus digunakan orang yang sangat paham di bidangnya. Belum banyak tenaga industri manufaktur memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan teknologi ini.

Kecerdasan Mesin

Mesin produksi dengan AI bisa meningkatkan produktivitas, tetapi hal ini justru menjadi kendala saat manufaktur menganalisis data, mengumpulkannya, apalagi mengelolanya.

Otomatisasi Maksimal

Upaya melakukan otomatisasi menjadi tantangan karena industri manufaktur ingin membantu tenaga mereka untuk tetap menjaga jarak dengan aman satu sama lain.

Sistem Tradisional

Sistem tradisional menjadi hambatan bagi operasional dan tenaga manufaktur. Terlebih, sistem yang tak ter-update juga menimbulkan ancaman keamanan.

Kebutuhan Meningkat

Meningkatnya kapasitas kebutuhan juga menimbulkan kesulitan di mana industri manufaktur memiliki waktu dan budget yang semakin sedikit untuk melakukan inisiatif.

Perang Dagang

Perang dagang membawa ketidakpastian yang signifikan bagi perusahaan manufaktur domestik. Produk dan bahan mentah dikirim ke seluruh dunia.

Ancaman Siber

Pada 2019, setidaknya separuh industri manufaktur menjadi korban kebocoran data, yang mana membocorkan data-data penting milik bisnis mereka.

Visibilitas Rantai Pasokan

Industri manufaktur bertanggung jawab menciptakan visibilitas terperinci dan update real-time ke seluruh rantai pasokan seiring meningkatnya permintaan.

Reshoring

Kehadiran reshoring, proses pengembalian produksi dan manufaktur produk kembali ke negara asalnya, masih menjadi kendala besar bagi industri manufaktur.

Pandemi COVID-19

Industri manufaktur harus menghadapi masalah dampak ekonomi, ketidakpastian operasional, serta kondisi kesehatan tenaganya di masa pandemi.

Baca Juga: Kelola Jaringan Lebih Mudah dengan Solusi Cloud Managed Network

ExtremeSwitching, Solusi Teknologi Terbaik untuk Manufaktur

Terlepas dari tantangan tersebut, benang merah yang menjadi pembahasan masalah utama dalam industri manufaktur sebetulnya adalah kemampuan perusahaan manufaktur untuk sepenuhnya bisa berjalan otonomos dengan bantuan teknologi, khususnya network. Untuk bisa menghadirkan performa network yang simpel, aman, dan terotomatisasi, industri manufaktur bisa memanfaatkan solusi teknologi switch dari Extreme, yaitu ExtremeSwitching.

ExremeSwitching membantu proses transformasi digital di industri manufaktur berjalan lancar, mulai dari melakukan manajemen dan reporting. Dengan tool manajemen dan orkestrasi, Extreme memudahkan deployment, monitoring, dan mendukung switch yang digunakan manufaktur. Lengkapnya, berikut tiga keunggulan ExtremeSwitching dalam membantu industri manufaktur.

Keamanan Terjamin

Membantu network di industri manufaktur dari ancaman siber dan kebocoran data lewat kombinasi enkripsi link yang aman dan hyper-segmentation.

Berbasis Cloud

Menggabungkan switch edge to core dengan manajemen cloud paling kuat untuk memudahkan setiap aspek operasional network, mulai dari deployment hingga support.

Mudah untuk Otomatisasi

Fabric network dapat melakukan provisioning secara mandiri, serta memungkinkan provisioning layanan network secara dinamis, sehingga pengguna dan perangkat terhubung ke network dengan mudah.

Saatnya perusahaan manufaktur atasi tantangan teknologi di era industri 4.0 dengan memanfaatkan ExtremeSwitch dari Blue Power Technology (BPT). Sebagai IT expert partner, Blue Power Technology (BPT) menghadirkan ExtremeSwitch sebagai solusi teknologi untuk industri manufaktur untuk bisa mengotomatisasi operasionalnya lebih mudah dengan jaringan yang andal.

Untuk informasi lebih lanjut terkait implementasi ExtremeSwitch di perusahaan manufaktur Anda, jangan ragu untuk menghubungi kami di marketing@bluepowertechnology.com

[JEKO]

//