News

Lates Post

Jangan Sampai Data Anda Kebobolan Cegah Kerugian Akibat Ancaman Ransomware dengan Veeam

in

Data kini telah menjadi aset penting yang dapat menunjang keberlangsungan bisnis dan juga banyak orang. Terlebih di era digital sekarang, semakin banyak orang bergantung dengan data di kehidupan sehari-hari mereka.

Data juga menjadi ‘instrumen’ untuk sederet aktivitas rutin seperti banking, belanja online, serta mengakses lokasi lewat GPS. Lewat kegiatan ini, data yang diakses menyimpan berbagai macam informasi penting penggunanya. Maka tak heran jika data dianggap sebagai salah satu jenis kekayaan baru, yang bahkan bisa lebih berharga dari minyak.

Apa Itu Ransomware?

Pentingnya data sebagai aset bagi individu dan bisnis dianggap sebagai peluang bagi aktor jahat seperti hacker untuk mengeksploitasinya. Mereka kerap mencuri data dengan rentetan serangan siber, salah satu yang cukup populer terdengar di dunia teknologi adalah ransomware. Serangan siber yang satu ini merupakan salah satu dari yang paling berbahaya bagi keamanan data.

Menurut laporan terbaru dari Cyber Security Ventures, ransomware kini dilihat sebagai ancaman paling serius. Pada 2019, laporan menyebut banyak perusahaan yang telah menjadi korban ransomware setiap 14 detik, dan laporan memprediksi bahwa pada 2021 akan semakin banyak yang menjadi korban di setiap 11 detik. Jumlah uang tebusan yang diminta juga semakin meningkat. Pada pertengahan 2018, rata-rata uang tebusan ransomware ada di kisaran USD 41.198 atau sekitar Rp 579 juta. Kemudian pada pertengahan 2019, jumlahnya meningkat dua kali lipat ke USD 84.166 atau setara dengan Rp 1.182 miliar.

Sekadar refreshment, ransomware adalah malware berbahaya yang bisa mencuri dan mengenkripsi data penting perusahaan. Ransomware biasanya dikerahkan lewat entry point seperti phising email, sehingga pengguna secara tidak sengaja membuka akses serangan ini ke perusahaan mereka.

Tujuan hacker menggunakan serangan ini tak lain adalah ingin mendapatkan uang tebusan dari korban. Setelah data disusupi, korban akan diminta uang tebusan dengan jumlah yang tak sedikit. Berdasarkan laporan executive summary Veeam bertajuk “Ransomware: A Modern Threat to Modern Data”, ada tiga ransomware yang biasanya menyerang kebanyakan bisnis, di mana ketiganya bernama Ryuk, Phobos, dan Sodinokibi.

Menghitung Kerugian Ransomware yang Dialami Bisnis

Lebih lanjut laporan mengungkap bahwa setiap tahunnya, ada sekitar 93 persen perusahaan yang telah menjadi korban ransomware. Adapun lebih detail penghitungannya, korban mengalami rata-rata biaya kerugian sebesar USD 67.000 atau setara dengan Rp 942 juta setiap jamnya saat mengalami downtime.

Bahayanya lagi, 50 persen dari data yang mereka miliki tidak dilindungi sepenuhnya. Setelah melewati proses recovery, perusahaan pun harus menggelontorkan biaya yang lebih besar, yakni sekitar USD 84.166 atau setara dengan Rp 1.183 miliar untuk setiap serangan yang berlangsung.

Dengan kerugian sebesar itu, ransomware tentu bukanlah ancaman yang harus diabaikan begitu saja. Apalagi dengan pertumbuhan data yang semakin agresif, di mana pada 2023 laporan memprediksi bahwa ada sekitar 60 persen data yang akan diciptakan dan membutuhkan perlindungan yang kuat. Namun sayangnya, baru setengahnya memiliki perlindungan yang diharapkan.

Pun demikian, perusahaan harus mengatur strategi perlindungan serangan siber semacam ransomware. Salah satunya adalah melakukan investasi perlindungan dan backup data seperti yang dilakukan Veeam pada pelanggannya.

Laporan mengklaim, ada 96 persen pelanggan Veeam memotong biaya pemulihan ransomware mereka di bawah USD 5.000 atau setara dengan Rp 70 jutaan. Menariknya, 76 persen pelanggan Veeam mengaku bahwa mereka justru tidak menghabiskan apapun dalam hal ini.

3 Hal yang Perlu Disiapkan Bisnis untuk Kebal Terhadap Ransomware

Edukasi

Edukasi terkait langkah pencegahan ransomware sangatlah penting. Lakukan edukasi ke dua kelompok yang rentan terancam ransomware seperti karyawan IT dan pelaku bisnis. Kalangan ini berpotensi menjadi korban ransomware yang muncul lewat update software dan RDP, serta email phising.

Implementasi

Lakukan implementasi infrastruktur backup. Adapun caranya meliputi perlindungan komponen dan server backup, implementasi kemampuan deteksi ransomware, storage backup yang ultra-resilient dan 3-2-1 Backup Rule, konfigurasi teknik pemulihan ganda, proteksi endpoint dan NAS, enkripsi backup data, serta pemulihan backup dan replika terorkestrasi.

Remediasi

Meski langkah edukasi dan implementasi dikerahkan untuk menciptakan ketahanan terhadap ransomware, bisnis juga perlu menyiapkan langkah remediasi. Bagi Veeam, langkah yang perlu dilakukan adalah dengan tidak membayar uang tebusan dan satu-satunya opsi adalah dengan memulihkan data.

Tak cuma itu, saat serangan berlangsung, bisnis juga disarankan untuk melakukan rencana remediasi segera mungkin, seperti melakukan support vendor, komunikasi antar tim, kontak ke ahli keamanan, memastikan rantai keputusan perusahaan, keputusan untuk memulihkan data dan keamanan, serta reset password.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, bisnis akan mempelajari dan membaca skema kapan dan di mana ancaman ransomware bisa mengintai, dan bisa menciptakan lingkungan IT yang kebal terhadap serangan siber, sehingga dapat menghindari kerugian data, finansial, serta reputasi bisnis.

Kemampuan Solusi Veeam untuk Cegah Ransomware

Sebagai salah satu penyedia solusi software backup untuk melindungi data penting bisnis, Veeam bangga berada di garda terdepan untuk memerangi ancaman ransomware yang semakin ganas di dunia IT. Karenanya, Veeam menghadirkan strategi terkait bagaimana cara mengedukasi karyawan, merotasi salinan backup di beberapa lokasi, serta memanfaatkan opsi cloud untuk membuat backup Anda tak dapat diubah. Simak sejumlah keunggulan fitur dari solusi yang ditawarkan berikut ini.

Melindungi Data Backup

Backup immutable atau yang tidak dapat diubah menawarkan teknik yang kuat dan kebal terhadap ransomware dan jenis serangan siber lain, di mana menciptakan replika backup yang aman dan tersimpan dari jangkauan serangan siber, memanfaatkan kontrol yang memastikan penghapusan, atau perubahan yang tidak dapat terjadi tanpa adanya multi-level approval.

Dengan Scale-out Backup Repository (SOBR) dari Veeam, yang bermitra dengan Capacity Tier, memungkinkan kemampuan praktis untuk mampu melakukan backup data ke penyimpanan objek baik pada Microsoft Azure, Amazon Web Services (AWS), IBM Cloud, atau platform lain yang mendukung penyimpanan objek.

Pendeteksi Ransomware

Mendeteksi serangan ransomware pada tahap awal memang sangat sulit. Namun tidak dengan Veeam ONE, di mana solusi ini menyediakan kemampuan memonitor lingkungan bisnis lebih dekat dan waspada terkait adanya aktivitas mencurigakan. Dengan menganalisis pemakaian CPU, datastore write rate dan network transmit rate, Veeam ONE bisa mengidentifikasi jika adanya jumlah aktivitas yang lebih tinggi pada mesin tertentu.

Backup Bebas dari Ransomware

Virus bisa saja tidak terdeteksi dan terlihat tidak aktif di sistem bisnis Anda. Karena itu, gunakan kekuatan backup untuk menarik ancaman ransomware sebelum mereka menyerang. Dengan Veeam SureBackup, solusi ini akan mencegah ransomware dengan melakukan scanning backup, serta memberikan peringatan sesegera mungkin jika ada sistem yang tidak dapat dipulihkan karena adanya ancaman ransomware yang tak terdeteksi.

Scanning Virus Tak Terdeteksi

Apa yang terjadi jika backup Anda memiliki virus tak terdeteksi? Perlu diingat, virus tidak akan ditemukan di backup sebelumnya. Oleh sebab itu, antisipasi hal ini dengan Secure Restore, yang dapat melakukan scanning anti-virus untuk backup Anda.

Uji Workload Secara Aman

Tak yakin dengan workload sekarang? Khawatir jika ada yang terinfeksi? Segera pulihkan mereka dengan lingkungan yang aman dan terisolasi sepenuhnya untuk diuji. Manfaatkan solusi Veeam DataLabs untuk memulihkan data, workload, dan aplikasi ke dalam lingkungan sandbox virtual yang terisolasi. Segera uji untuk ancaman serangan siber dan isu lainnya tanpa harus berdampak ke sistem produksi secara keseluruhan.

Mengapa Dapatkan Solusi Veeam dari BPT?

Ancaman ransomware nyata adanya dan masih akan terus berlangsung hingga waktu yang tidak bisa diperkirakan. Maka dari itu, bersiaplah untuk melindungi bisnis Anda agar terhindar dari kerugian yang tak diinginkan.

Bersamaan dengan hal ini, manfaatkan solusi Veeam untuk membentengi aset penting bisnis Anda. Dapatkan solusinya langsung dari Blue Power Technology (BPT) selaku mitra resmi Veeam. Demi memenuhi kebutuhan proses backup berbagai perusahaan di Indonesia, BPT sebagai value-added distributor siap menyediakan berbagai layanan Veeam yang lengkap dan membantu perusahaan melindungi data mereka. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi marketing@bluepowertechnology.com.