//
News
Lates Post

Adakah Solusi Fraud Management Efektif untuk Industri Finansial?

in

Tak dapat dipungkiri jika pandemi COVID-19 telah mengubah pola bisnis ke arah digital seutuhnya demi memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Menurut survei McKinsey, sekitar 88 persen dari industri finansial--termasuk perbankan dan asuransi--telah meningkatkan otomatisasi dan tool yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan sebagai inisiatif digitalisasi layanan mereka selama hampir tiga tahun terakhir.

Pun demikian, terlepas dari makin meningkatnya digitalisasi di industri finansial, ternyata peluang ini justru membuka lahan basah bagi hacker untuk memperluas target mereka dengan memanfaatkan metode fraud atau kecurangan. Yang sudah pasti, cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengambil aset penting perusahaan dan berpotensi menyebabkan kerugian yang besar.

Untuk bisa mengantisipasi fraud, bisnis harus mengambil langkah strategis mitigasi risiko terjadinya fraud dengan menerapkan fraud management. Namun perlu dicatat, implementasi fraud management juga harus didukung dengan solusi teknologi yang andal. Sebelum lebih lanjut mengupas terkait hal tersebut, ada baiknya Anda mempelajari apa saja tantangan fraud management yang terjadi di industri finansial.

Tantangan Fraud Risk Management di Industri Finansial dan Perbankan

tantangan fraud management industri finansial dan perbankan

Fraud menjadi salah satu isu paling besar yang dihadapi perusahaan yang menyimpan aset dan informasi sensitif, seperti sektor finansial. PwC mengungkap beberapa temuan yang menjadi tantangan utama industri tersebut dalam mengelola manajemen fraud. Berikut beberapa di antaranya.

-46 persen dari perusahaan finansial yang disurvei mengaku telah mengalami fraud dan tindak kriminal lain selama dua tahun terakhir.

-43 persen di antaranya adalah pelaku eksternal, dan yang mencengangkan 31 persen di antaranya merupakan pelaku dari internal.

-Selama dua tahun terakhir, terungkap bahwa 31 persen dari pelaku eksternal adalah kalangan hacker, dan 28 persen dari kasus fraud yang terjadi merupakan aksi kriminal terorganisir.

Selain survei PwC di atas, ternyata masih banyak perusahaan finansial yang juga mengaku belum memiliki solusi fraud detection yang mumpuni, sehingga mereka belum dapat membuat keputusan yang tepat, belum mampu  mendeteksi fraud dan pelakunya secara cepat, serta masih sering menemukan banyaknya false positive.

Seperti Apa Dukungan SAS untuk Fraud Management?

Yang dibutuhkan perusahaan finansial untuk bisa mencegah dan mendeteksi fraud secara cepat adalah dukungan solusi fraud yang dapat mendeteksi, mencegah dan mengelolanya hanya dari satu platform secara real time. Kabar baiknya, semua kebutuhan itu dapat diakomodir oleh SAS Fraud Management.

SAS Fraud Management menawarkan kapabilitas data analytics dan machine learning terdepan di industri, untuk memonitor pembayaran dan transaksi nonmoneter serta events, sehingga memungkinkan bisnis untuk mengidentifikasi dan merespons perilaku mencurigakan secara real time. Apa saja fitur-fitur utama yang ditawarkan SAS Fraud Management untuk bisa melakukan fraud detection yang efektif?

Scoring Transaksi dan Decisioning Real Time

Mampu melakukan scoring 100 persen dari seluruh transaksi secara real time dengan in-memory processing yang dapat menghadirkan throughput tertinggi di industri dan waktu respons dengan latensi paling rendah.

Single Platform

Kemampuan multitenancy yang memungkinkan sharing instalasi tunggal di antaranya channel dan departemen independen.

Data Manajemen yang Simpel

Integrasi ke seluruh data secara seamless terlepas sumber atau jenisnya, termasuk data dari pihak ketiga.

Analytics dan Machine Learning yang Canggih

Ciptakan keputusan secara real time, berbasis risiko dengan kemampuan machine learning dan profiling tertanam yang kuat, teknologi analisis berbasis signature yang dipatenkan, kontrol modeling analitik yang canggih, antarmuka aplikasi secara rule-authoring, dan alert triage workstation.

Alert Management

Mampu tangani alert resolution, kelola keputusan pembayaran dan risiko, lakukan hot listing dan blocking, serta lakukan downstream fulfillment action dari satu antarmuka.

Apa Saja Keuntungan Terapkan SAS Fraud Management?

Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan dengan menerapkan SAS Fraud Management di lingkungan bisnis, di mana dapat merespons ancaman baru lebih cepat, serta mampu mengurangi false positive untuk meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Buat Keputusan Berbasis Risiko Lebih Baik dan Cepat

Seperti yang sudah disebutkan, SAS Fraud Detection memiliki kemampuan deteksi dan pencegahan end-to-end yang dapat mendukung berbagai channel dan lini bisnis, serta memungkinkan perusahaan melakukan monitoring hanya dari satu platform saja.

Solusi ini pun menyederhanakan integrasi data, di mana perusahaan dapat menggabungkan seluruh data dari internal, eksternal dan pihak ketiga untuk menciptakan model prediktif lebih baik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kemampuan ini juga menghadirkan fleksibilitas yang dapat diskalakan sesuai perubahan bisnis, dan merespons ancaman lebih gesit lagi seiring mereka muncul lebih banyak.

Deteksi Fraud Lebih Cepat dan Cegah Kerugian Finansial

Solusi ini juga di-embed machine learning untuk bisa mendeteksi dan beradaptasi terhadap pola perilaku yang berubah, sehingga dapat menciptakan model yang lebih kuat dan efektif. Selain itu, SAS Fraud Detection juga memiliki kemampuan yang membuat Anda mencari anomali di setiap pelanggan.

Adapun in-memory processing menghadirkan throughput tinggi dan waktu respons berlatensi rendah, yang mana membuat Anda dapat melakukan scoring 100 persen transaksi secara real time. Tak cuma itu, kemampuan analisis berbasis signature yang dipatenkan dapat mengecek data perilaku pelanggan dari berbagai sumber, menganalisisnya untuk cek incosistency setiap kali transaksi diproses.

Tingkatkan Kepuasan Pelanggan

SAS Fraud Management memiliki kemampuan deteksi fraud dan waktu respons yang cepat, di mana dapat menghasilkan false positive yang lebih sedikit. Ini artinya, kepuasan pelanggan pasti akan lebih meningkat secara otomatis. Sebab, ketika adanya perilaku kecurangan yang terdeteksi, akan ada alert yang di-score dan diprioritaskan, dan memungkinkan customer self-service atau fast review/assessment, mengurangi kemungkinan transaksi yang salah ditolak dan berdampak buruk pada pengalaman pelanggan.

Baca Juga: Bagaimana Perusahaan Asuransi Mampu Memenuhi Standar Pelaporan Keuangan Internasional IFRS 17 atau PSAK 74?

BPT Sebagai Partner SAS di Indonesia

Blue Power Technology (BPT) siap membantu Anda memanfaatkan SAS sebagai solusi untuk menciptakan fraud management yang optimal di dalam lingkungan IT Anda. Tim BPT juga akan membantu mempersiapkan implementasi SAS, mulai dari konsultasi hingga maintenance.

Anda tak perlu khawatir apabila mengalami kendala saat menjalankan solusi SAS, karena BPT memiliki tim IT yang berpengalaman di bidangnya dan siap membantu mengatasi isu teknis dalam waktu 24/7. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama BPT! Apabila Anda tertarik, silakan hubungi marketing@bluepowertechnology.com.

 Penulis : Jeko Iqbal Reza - Content Writer CTI Group
//