News
Lates Post

Sentuhan ‘Dingin’ Alibaba di Balik Kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020

in

Pesta olahraga sejagat Olimpiade Tokyo 2020 memang telah berakhir pada Agustus 2021 lalu. Namun, pujian atas kesuksesan Tokyo menggelar hajatan di tengah pandemi COVID-19 masih terasa hingga sekarang. Bukan tanpa alasan, Tokyo telah sukses menyiarkan sekitar 9.000 jam konten tanpa hambatan dengan sentuhan ‘dingin’ Alibaba bagi penikmat olahraga di seluruh dunia.

Sebagai partner resmi teknologi cloud dan layanan e-commerce untuk Olimpiade Tokyo 2020, Alibaba Group membantu media mengirimkan siaran acara olahraga terbesar melalui cloud, melakukan migrasi penjualan merchandise secara online, dan mendukung proses pelatihan dan pemulihan bagi atlet dan official.

”Kami berharap dapat memanfaatkan teknologi Alibaba untuk mempercepat transformasi digital di seluruh Olimpiade untuk memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan, mulai dari penyelengara, media penyiar, mitra, dan yang paling penting penggemar dan atlet,” kata Chief Marketing Officer Alibaba, Chris Tung.

Berikut sejumlah sentuhan ‘dingin’ Alibaba saat mendukung kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020.

Migrasi ke Cloud Permudah Siaran

Alibaba Cloud, anak perusahaan Alibaba Group, bermitra dengan Olympic Broadcasting Services (OBS) untuk memindahkan backend penyiaran ke cloud. Pemindahan ini memudahkan media sehingga tak perlu mengangkut banyak peralatna dan staf di lapangan ke Tokyo demi meliput gelaran Olimpiade selama 17 hari. Transformasi ini tentu memberikan keuntungan bagi perusahaan media sehingga tak perlu mengirim banyak kru untuk meliput.

Migrasi ini membuat media center Tokyo 2020 menjadi 30% lebih sepi dibandingkan Olimpiade Rio 2016. OBS memperkirakan jam rekaman yang dibuat di Tokyo meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan output pada 2016. Percepatan digitalisasi ini juga sangat membantu mengimbangi dampak pandemi, mengingat banyak jurnalis di seluruh dunia menghadapi serangkaian pembataasan perjalanan dan persyaratan karantina. Kemungkinan media yang datang meliput sekitar 27% lebih sedikit dibandingkan pada Olimpiade Rio 2016.

Jauh sebelum gelaran Olimpiade, OBS dan Alibaba sebenarnya sudah menyiarkan siran berbasis cloud pada 2018 dan telah melakukan uji coba pada Olimpiade Pemuda di Buonos Aires pada 2018 dan Pertandingan Olimpiade Pemuda Lausanne 2020. Bukan hanya memangkas operasional, migrasi ke cloud juga memperkecil gangguan dan proses transmisi siaran yang berjalan dengan lebih aman untuk ratusan juta penggemar olahraga di seluruh dunia.

“Di Tokyo 2020 bulan ini, teknologi ini tersedia untuk semua penyiar untuk pertama kalinya,” kata Tung yang mempelopori kemitraan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Agustus lalu.

Dari sisi penggemar olahraga, adopsi cloud oleh media resmi memberikan keuntungan, mengingat Jepang melarang kehadiran penonton asing untuk mencegah risiko penularan bagi penonton dan warga lokal.

Teknologi Pemantau Atlet

Alibaba bersama Intel juga mendistribusikan tools yang terhubung untuk membantu atlet sebelum dan sesudah gelaran Olimpiade Tokyo. Teknologi ini mampu menghasilkan informasi untuk membantu program Latihan atlet menjadi lebih efisien. Bukan hanya itu, teknologi yang dikembangkan dua raksasa teknologi dunia ini juga dapat menghasilkan informasi dari hasil analisa data.

Sprint 100 meter, salah satu cabang olahraga yang paling banyak ditonton menggunakan teknologi Intel dan Alibaba untuk menghasilkan analisa real-time berbasis AI dan visualisasi overlay yang tersedia untuk penyiar. Teknologi computer vision yang dijuluki 3D Athlete Tracker menggunakan kamera untuk merekam balapan, algoritme untuk menganalisis biomekanik gerakan atlet dan data yang dihasilkan dalam tayangan ulang kompetisi sprint terpendek di Olimpiade.

“Kami bangga dapat membantu dan mendukung transformasi digital Olimpiade dengan layanan cloud kami dan untuk menghubungkan lebih banyak anak muda ke Olimpiade,” terang Tung.

Penjualan Merchandise Online

Pin Olimpiade merupakan salah satu merchandise yang paling banyak diburu dan dijual oleh kolektor dan penggemar olahraga. Alih-alih berburu langsung ke Tokyo, pihak penyelenggara meluncurkan toko online pertama di Tmall, e-commerce yang dioperasikan Alibaba untuk penggemar olahraa di china.

Portal penjualan merchandise ini resmi diluncurkan oleh IOC pada 2018 lalu. Sebagai upaya ekstra, IOC meluncurkan portal konten resmi Olimpiade Tokyo 2020 di Tmall pada Juli lalu. Khusus untuk media profesional, Alibaba merancang pin digital berbasis cloud.

Sementara untuk penggemar, Alibaba Cloud telah mengintegrasikan tiga situs web terkait Olimpiade ke dalam satu platform berbasis cloud. Platform baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan keamanan portal online, termasuk situs resmi IOC, saluran Olimpiade, dan Olimpiade Tokyo 2020. Platform tersebut secara resmi diluncurkan pada 29 April, setelah melalui proses pengembangan dan kolaborasi bersama lebih dari tujuh negara selama satu tahun.

“Bersama dengan Komite Olimpiade Internasional dan Layanan Saluran Olimpiade, kami berharap dapat membawa Olimpiade ke tingkat yang lebih tinggi dengan teknologi cloud kami, dan kami semua sangat senang dengan Olimpiade yang diubah secara digital mulai dari Tokyo 2020,” ujar Tung.

Kesuksesan transformasi digital pada Olimpiade Tokyo mendorong Aliaba untuk melanjutkan upaya serupa pada Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada Februari 2022 mendatang. Alibaba akan meluncurkan sistem tiket untuk Beijing 2020 untuk memudahkan penggemar membeli dan mendistribusikan kembali tiket dengan aman.

Dapatkan Solusi Alibaba Cloud dari BPT

Blue Power Technologi (BPT) sebagai salah satu IT expert partner di Indonesia telah bekerja sama dengan Alibaba Cloud dalam memberikan solusi cloud computing yang optimal bagi transformasi digital bisnis di Indonesia. BPT memiliki tim profesional dan bersertifikasi yang siap membantu Anda melewati setiap proses, mulai dari konsultasi hingga dukungan after sales untuk menjamin keamanan aplikasi dan bisnis Anda. Dapatkan solusi Alibaba Cloud dari BPT sekarang dengan menghubungi kami di marketing@bluepowertechnology.com. [EA]