AI cloud provider kini bukan lagi sekadar penyedia infrastruktur komputasi, tetapi telah berevolusi menjadi fondasi utama inovasi berbasis AI. Di tengah adopsi AI yang semakin masif di berbagi industri seperti fintech, manufaktur, kesehatan, hingga pemerintahan, kebutuhan akan platform cloud yang AI ready menjadi semakin krusial.
Menurut berbagai laporan industri global, lebih dari 70 persen pengembangan aplikasi AI saat ini berjalan di cloud karena memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya. Cloud kini menjadi penggerak utama lahirnya solusi gen AI, Machine Learning, dan data intelligence untuk perusahaan besar, startup, hingga developer.
Mengapa Cloud Bukan Sekadar “Sewa Server & Storage?”
Pandangan bahwa cloud hanya berfungsi sebagai tempat menyewa server dan storage kini sudah tidak relevan. Di era AI native, cloud kini berkembang menjadi platform inovasi yang menyediakan ekosistem lengkap mulai dari komputasi, data, Ai model, hingga orchestration tools.
AI cloud provider modern kini menawarkan solusi lengkap, mulai dari virtual machine atau object storage, layanan seperti foundation model, AI development platform, managed machine learning workflow, hingga infrastruktur GPU berperforma tinggi. Hal ini mendukung pengembangan idea AI yang memungkinkan untuk langsung diuji, dilatih, dan diterapkan ke tahap produksi tanpa hambatan teknis yang kompleks.
Tantangan Bagi Developer di Era AI-Native
Meskipun peluang AI ke depannya semakin besar, developer kini dihadapkan pada tantangan yang tak kalah besar. Salah satu tantangan utamanya yakni tingginya barrier to entry untuk membangun AI, terutama dari sisi infrastruktur GPU, data pipeline, dan lifecycle management model.
Di samping itu, developer juga harus berhadapan dengan kompleksitas seperti model training berskala besar, latency yang memngaruhi performa aplikasi, hingga kebutuhan kepatuhan regulasi data lokal. Tanpa platform AI cloud native yang tepat, proses pengembangan AI bisa menjadi lebih mahal, lambat, dan sulit diskalakan.
Baca Juga: Ini 5 Manfaat Penggunaan Platform AI untuk Bisnis
Alibaba Cloud sebagai Enabler AI Cloud Native Provider Terlengkap di Asia
Untuk mengatasi tantangan di atas, Alibaba Cloud hadir sebagai AI cloud native provider yang menyediakan ekosistem AI end-to-end dalam satu platform terpadu. Pendekatan ini memungkinkan developer dan organisasi membangun, melatih, dan menjalankan AI secara efisien tanpa harus menghadapi kompleksitas infrastruktur secara manual.
Salah satu keunggulan utama Alibaba Cloud yakni full stack AI ekosistem yang mencakup Infrastructure as a Service, Platform as a Service, hingga Model as a Service. Seluruh komponen ini dirancang untuk saling terintegrasi, sehingga developer dapat fokus pada inovasi, bukan pengelolaan sistem.
Sebagai pemimpin cloud di Asia Pasifik, Alibaba Cloud juga unggul dalam hal latensi rendah dan ketersediaan data center lokal yang andal di Asia Tenggara. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan provider global lain yang umumnya lebih terpusat di kawasan Amerika atau Eropa.
Baca Juga: Qwen vs DeepSeek: Mana AI Open Source yang Lebih Unggul?
Mengapa Developer Harus “Aware” dengan Alibaba Cloud?
Bagi developer, Alibaba Cloud menawarkan akses yang lebih terjangkau ke high performance computing, termasuk GPU generasi terbaru, tanpa perlu menghabiskan investasi besar di tahap awal. Model ini sangat relevan bagi developer di Asia yang ingin berkesperimen denga AI, namun memiliki keterbatasan anggaran.
Alibaba Cloud juga memungkinkan faster time to market melalui penggunaan model AI yang sudah pre-trained seperti Qwen, serta tools fine tuning instan. Developer dapat langsung mengadaptasi model sesuai kebutuhan bisnis tanpa membangun semua dari nol.
Dari sisi compliance, Alibaba Cloud dirancang untuk mendukung kepatuhan regulasi data lokal yang sangat penting bagi sektor fintech, pemerintahan, dan kesehatan di Indonesia. Hal ini menjadikan Alibaba Cloud sebagai pilihan strategis untuk organsasi yang membutuhkan AI sekaligus tetap patuh terhadap regulasi.
AIibaba Cloud menghadirkan berbagai fitur AI yang dirancang untuk mendukung seluruh siklus pengembangan AI. Berikut empat fitur unggulan Alibaba Cloud:
Foundation Model
Qwen Family sebagai foundation model AI canggih mampu memproses teks, gambar(vision), audio, serta penalaran kompleks (reasoning) untuk berbagai use case.
Model Studio
Menyediakan platform visual untuk fine tuning, kustomisasi karakter AI, dan deployment AI tanpa perlu mengelola server secara manual.
Platform for AI (PAI)
Platform for AI atau PAI mendukung workflow end-to-end untuk Machine Learning engineering mulai dari preprocessing data, training, tuning, hingga monitoring model.
AI Infrastructure
Seluruh fitur Alibaba Cloud didukung oleh infrastruktur AI yang kuat, termasuk GPU NVIDIA generasi terbaru, storage berkecepatan tinggi, dan distributed training engine yang dirancang untuk skala besar.
Baca Juga: Optimalkan Pertumbuhan Bisnis dengan AI Generatif dari Alibaba Cloud
Dukung Pengembangan AI Cloud Native dengan Alibaba Cloud di BPT
Sebagai mitra resmi Alibaba Cloud, Blue Power Technology (BPT) memastikan developer dan organisasi di Indonesia dapat mengakses seluruh kapabilitas AI cloud native scara lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan lokal. Dukungan ini mencakup teknologi, enablement, best practise, dan ekosistem dalam mempercepat adopsi AI secara berkelanjutan
Sebagai bagian dari CTI Group, BPT berperan sebagai jembatan antara inovasi global dan kebutuhan lokal mulai dari konsultasi, implementasi, hingga dukungan after-sales. Hubungi tim BPT sekarang untuk memastikan pengembangan AI yang lebih inklusif, efisien, dan siap produksi untuk berbagai industri di Indonesia.
Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group





