WhatsApp

Click To Chat

ISP Terancam Mahal Jika Abaikan Disaggregated Network 

Home > News & Blog

Solusi disaggregated network IP Infusion EdgeCore Networks BPT

Permintaan bandwidth global terus meningkat seiring dengan pertumbuhan layanan streaming, cloud, dan aplikasi digital. Cisco Annual Internet Report menunjukkan bahwa trafik internet global diproyeksi terus meningkat seiring adopsi broadband, video streaming, dan layanan berbasis cloud yang semakin luas.

Lonjakan ini memaksa penyedia jasa internet untuk memperluas kapasitas jaringan backbone dan data center dengan teknologi 100G hingga 400G agar dapat menjaga performa layanan. Sementara itu, banyak ISP menghadapi tantangan karena tergantung pada satu vendor jaringan tertentu yang membuat biaya investasi membengkak serta keterbatasan fleksibilitas saat hendak ekspansi jaringan.

Pendekatan disaggregated network atau open network kini menjadi alternatif strategis bagi operator jaringan modern. Kombinasi teknologi 400G ethernet dan open networking dapat meningkatkan skalabilitas jaringan sekaligus memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi penyedia layanan.


Masalah yang Kerap Dihadapi ISP

Masalah yang sering dihadapi internet service provider

Banyak ISP masih menggunakan arsitektur jaringan tradisional yang menggabungkan hardware dan software dalam satu paket dari vendor tertentu. Model ini sering menimbulkan beberapa tantangan serius.

Pertama terkait biaya investasi yang tinggi, karena setiap ekspansi jaringan harus mengikuti ekosistem vendor yang sama. Kedua adalah keterbatasan fleksibilitas teknologi, yang membuat operator sulit mengadopsi inovasi baru dengan cepat.

Selain itu, peningkatan trafik data yang sangat cepat menuntut jaringan backbone dan data center untuk beroperasi pada kapasitas 100G hingga 400G. Tanpa arsitektur yang fleksibel dan scalable, ekspansi jaringan dapat menjadi kompleks dan mahal.


Pendekatan Disaggregated Network

Disaggregated networking adalah pendekatan arsitektur jaringan yang memisahkan perangkat keras jaringan dari sistem operasinya. Dengan model ini, operator dapat memilih hardware dan software dari vendor yang berbeda sesuai kebutuhan.

Pendekatan ini mirip dengan konsep server modern yang memisahkan perangkat keras dari sistem operasi, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan dan pengembangan infrastruktur.

Dengan disaggregated networking, operator jaringan dapat mengadopsi hardware open networking dan mengkombinasikannya dengan network operating system yang mendukung berbagai protokol routing serta automation modern.

Baca Juga: Serba-serbi Open Networking Agar Bisnis Lebih Fleksibel dan Gesit


Solusi Middle-Mile & Data Center 100G/400G Tanpa Vendor Lock-In dengan Disaggregated Networking

Untuk kebutuhan middle mile dan interkoneksi data center modern, disaggregated networking menawarkan pendekatan yang lebih efisien dan scalable.

Dengan dukungan teknologi 100G hingga 400G, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan tanpa harus mengganti seluruh arsitektur jaringan yang ada. Selain itu, penggunaan coherent optics seperti ZR dan ZR+ memungkinkan konektivitas jarak jauh antar data center dengan performa tinggi. 

Pendekatan ini juga memungkinkan operator mengoptimalkan traffic engineering menggunakan protokol seperti Segment Routing dan MPLS untuk memastikan jalur trafik yang lebih deterministik dan efisien.

Dari sisi operasional, integrasi otomasi berbasis NETCONF dan memungkinkan deployment jaringan dilakukan lebih cepat serta mengurangi kompleksitas konfigurasi manual.


Peran IP Fusion & Edgecore Network

Implementasi disaggregated networking dapat dilakukan dengan mengombinasikan solusi dari IP Infusion danEdgeCore Networks. IP Infusion menyediakan OcNOS, sebuah OS jaringan yang mendukung berbagai use case untuk service provider hingga data center. Sistem ini mendukung berbagai protokol penting seperti Segment Routing, MPLS, BGP, ISIS, dan OSPF.

Di sisi hardware, EdgeCore menyediakan platform open networking dengan port 100G dan 400G yang kompatibel dengan berbagai transceiver yang mendukung coherent optics untuk konektivitas jarak jauh. Kombinasi kedua solusi ini memungkinkan operator membangun jaringan dengan performa tinggi sekaligus mempertahankan fleksibilitas arsitektur.

Kombinasi dua solusi canggih ini menawarkan lima keunggulan utama.

Open Architecture

Software OcNOS dapat dijalankan pada hardware open networking EdgeCore sehingga operator tidak terikat pada satu vendor saja.

Skalabilitas tinggi

Jaringan dapat berkembang dari 100G ke 400G tanpa perlu melakukan redesign arsitektur.

Optimasi Traffic

Segment routing dan MPLS memungkinkan pengaturan jalur trafik yang lebih deterministik.

Automation Ready

Integrasi NETCONF/YANG dapat mempercepat proses deployment sekaligus manajemen jaringan.

Cost Effective

Pendekatan open networking sangat cocok untuk ekspansi broadband di wilayah pedalaman atau underserved.


Dapatkan Solusi Disaggregated Network Hanya di BPT

Pertumbuhan trafik internet menuntut ISP untuk membangun jaringan yang lebih fleksibel, scalable, dan efisien sehingga tidak perlu bergantung hanya pada satu vendor saja. Dengan kombinasi solusi disaggregated networking dari EdgeCore Networks dan IP Fusionoperator dapat membangun infrastruktur middle mile dan data center yang lebih terbuka, efisien, dan siap menghadapi pertumbuhan trafik di masa depan.

Sebagai bagian dari CTI GroupBPT menyediakan solusi disaggregated network yang dapat membantu transformasi jaringan ISP Anda. Hubungi tim BPT untuk mulai mengeksplorasi pendekatan open networking sekarang!

Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group

Share on:

telephon

PHONE:
+62 822-9992-2278

Whatsapp

BPT CARE HUB:
+6221 806 22278

Start a Conversation