//
News
Lates Post

Cek Alasan Mengapa Progress LoadMaster Cocok Sebagai Pengganti Citrix NetScaler

in

Biaya lisensi perpetual (perpetual license) yang tinggi dapat memberatkan biaya IT perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan solusi pengganti Citrix NetScaler. Skema perpetual license perlu direvisi agar tidak membebani anggaran IT dan pertumbuhan serta inovasi bisnis.

Progress LoadMaster hadir sebagai pengganti Citrix NetScaler, dengan skema berlangganan yang lebih fleksibel dan skalabel. Progress LoadMaster merupakan solusi load balancing modern yang dapat mengoptimalkan biaya IT perusahaan sehingga dapat lebih fokus pada pertumbuhan dan inovasi bisnis.

Dalam artikel ini, Blue Power Technology (BPT) akan membahas berbagai hal terkait  dampak jika cost IT terlalu tinggi dan mengapa Progress LoadMaster dapat menjadi solusi tepat sebagai pengganti Citrix NetScaler.

 

Dampak Biaya IT yang Terlalu Tinggi pada Perusahaan

 

Cost IT perusahaan yang terlalu tinggi tentu dapat menghambat pertumbuhan dan inovasi bisnis. Hal itu lantaran perusahaan dipaksa untuk mengalokasikan sumber daya yang besar untuk infrastruktur, ketimbang fokus pada inisiatif strategis bisnis. Secara umum, cost IT yang terlalu tinggi juga dapat memberikan tiga dampak berikut:

Agility Berkurang

Investasi besar di awal untuk perpetual license dapat membatasi kemampuan bisnis dalam beradaptasi terhadap perubahan dan teknologi baru.

Skalabilitas Rendah

Model perpetual membatasi skalabilitas infrastruktur sehingga perusahaan sulit mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sulit Memprediksi Biaya

Biaya perpetual license sulit diprediksi sehingga dapat menghambat anggaran IT perusahaan.

Untuk itu dibutuhkan solusi yang dapat memastikan perusahaan tidak menghabiskan cost IT yang terlalu tinggi akibat penggunaan Citrix NetScaler. Progress LoadMaster menjadi solusi yang cocok untuk menggantikan Citrix NetScaler karena skema berlangganan yang memungkinkan perusahaan memprediksi pengeluaran lebih awal.

 

5 Alasan Progress LoadMaster Cocok Jadi Pengganti Citrix NetScaler

 

Dalam sebuah sesi webinar, Andy Redman, Progress Director of Solution Engineering dan Rochelle Wheeler, Progress Campaign Manager merangkum serangkaian perubahan yang terjadi setelah beralih dari Citrix NetScaler ke Progress LoadMaster. Perubahan tersebut mencakup fitur, dukungan, dan harga yang ditawarkan oleh Progress LoadMaster. Berikut kelima alasan yang dimaksud.

Kinerja dan Skalabilitas Meningkat 

Akuisisi Citrix oleh NetScaler pada 2005 membuat fokus NetScaler Application Delivery Controller (ADC) beralih menjadi komponen infrastruktur yang disediakan Citrix untuk menghadirkan virtualisasi desktop dan aplikasi. Sebagian besar perusahaan yang saat ini beroperasi menggunakan beragam solusi teknologi di seluruh infrastruktur on-premises dan platform cloud. Untuk mengoptimalkan performa dan skalabilitas terbaik di lingkungan hybrid seperti Citrix ADC memerlukan load balancer yang dapat menyediakan fungsionalitas ADC dan lainnya di seluruh solusi. Progress LoadMaster fokus pada pengiriman di lingkungan yang kompleks seperti ini.

LoadMaster dapat mengoptimalkan penerapan IT secara real-time sehingga memberikan pengalaman terdepan di industri untuk berbagai aplikasi vendor, aplikasi internal, dan penerapan ruang kerja digital Citrix. Algoritma load balancer LoadMaster yang canggih, akselerasi SSL, dan fitur pendukung lainnya dapat meningkatkan kinerja dan skalabilitas di seluruh aplikasi sehingga menjadikan Progress sebagai pengganti ideal untuk Citrix NetScaler.

Efektivitas Biaya

Bukan hanya sebagai pengganti ideal bagi CItrix NetScaler, dari segi biaya LoadMaster juga lebih hemat untuk di-deploy dan dipelihara. Progress LoadMaster dapat menghemat secara signifikan bahkan sejak penerapan di tahun pertama.

Model lisensi LoadMaster dapat dilakukan dengan model lisensi per instance, berlangganan, atau melalui salah satu metode lisensi terukur yang lebih fleksibel. Menariknya, LoadMaster menawarkan trial dan instal GRATIS selama 30 hari untuk membantu Anda mengevaluasi dan membandingkan performa LoadMaster.

Deployment dan Management Mudah

Proses konfigurasi dan management NetScaler tergolong rumit ketika digunakan di luar peran dukungan ADC untuk Citrix VDI. Berbeda dengan model deployment LoadMaster yang menggunakan beberapa model penerapan infrastruktur. Perusahaan juga memiliki library template deployment untuk memastikan proses persiapan yang tepat. Template gratis mencakup aplikasi standar Microsoft, VMware, Citrix, Dell, Oracle, Apache, Progress, hingga template khusus industri untuk aplikasi umum di bidang kesehatan dan pendidikan.

Proses deployment instance LoadMaster dapat dilakukan dengan mudah dan aman hanya dengan beberapa klik. Admin sistem dapat mengembangkan proses deployment ke dalam DevSecOps dan alur kerja lainnya menggunakan REST API atau script PowerShell. Setelah diterapkan,  banyak instance yang tidak memerlukan maintenance lebih lanjut, tetapi hanya perlu update software saat dirilis.

Fitur Application Delivery Komprehensif

LoadMaster hadir dengan fitur Application Delivery lengkap untuk memberikan load balancing yang terukur dan hemat biaya bagi traffic aplikasi menggunakan unlimited instance. Perusahaan juga dapat mengandalkan infrastruktur yang ada dan opsi lisensi LoadMaster yang fleksibel.

Keamanan Andal

Progress LoadMaster telah meningkatkan aspek keamanan siber untuk melindungi sistem, data, dan tim yang dipadukan dengan kemampuan load balancing terdepan di industri dari ancaman serangan DDoS. Fitur keamanan LoadMaster mencakup Web Application Firewall yang memanfaatkan semua manfaat model lisensi, Edge Security Pack (ESP) yang disertai tools jaringan untuk melindungi seluruh layanan virtual, dan Intrusion Prevention System (IPS) yang memungkinkan admin menggunakan mesin untuk menerapkan atau menolak IP berdasarkan aturan alamat traffic https atau https.\

 

Baca Juga: 4 Manfaat Load Balancer, Rahasia Optimalkan Performa Aplikasi

 

Keuntungan Beralih ke Progress LoadMaster

Dengan beralih ke Progress LoadMaster dari Citrix NetScaler, perusahaan bisa mendapatkan serangkaian keuntungan. Mulai dari solusi load balancing yang sederhana dan mudah digunakan, nilai tak tertandingi, hemat biaya, opsi lisensi paling fleksibel, hingga dukungan teknis kelas dunia.

Progress LoadMaster hadir dengan fitur unggulan yang meliputi Application Protection and API, Application Security, Application Availability & Optimization, dan Multiple Platform (meliputi cloud, hardware, dan lingkungan virtual). Untuk mengoptimalkan performa aplikasi bisnis, Progress LoadMaster memiliki manfaat sebagai berikut.

Monitoring Server dan Application Health

Progress LoadMaster menghadirkan load balancer dan Reverese Proxy berkinerja tinggi dengan L4-7 load balancing untuk monitoring server dan application health, akselerasi SSL, Caching/Compression, hingga otomatisasi API untuk memastikan performa aplikasi dan situs dapat meningkat secara signifikan.

Layanan DNS dan Traffic Management

Saat data center utama tidak aktif, pengalaman pengguna dapat tetap optimal karena otomatis diarahkan ke data center terdekat.

Fitur WAF Lengkap

Proses deployment aplikasi dan web aman untuk perlindungan optimal terhadap berbagai serangan siber.

SSO & Secure Application Access

Fitur keamanan aplikasi tingkat tinggi dan lengkap dengan pre-authentication, Single Sign-On (SSO), dan Multi-Factor Authentication (MFA) untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang dapat mengakses aplikasi.

 

Dapatkan Manfaat Progress LoadMaster di BPT

Saatnya beralih dari Citrix NetScaller ke Progress LoadMaster untuk solusi load balancing modern yang fleksibel, skalabel, dan hemat biaya. Blue Power Technology (BPT) sebagai value-added distributor Progress LoadMaster akan membantu bisnis Anda memulai migrasi dari Citrix NetScaller.

Didukung dengan tim pre-sales dan post-sales profesional, berpengalaman, dan bersertifikat, BPT memastikan pelayanan optimal dengan bantuan selama 24/7 mulai dari tahap konsultasi hingga after sales support. Konsultasikan kebutuhan load balancing bisnis Anda dengan menghubungi tim kami melalui link berikut.

Penulis: Ervina Anggraini - Content Writer CTI Group

//